Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

MEMBENARKAN ALLAH

Oleh : Achmad Rudieanto Mungkin terasa asimg bagi sebagian orang,..ya ..ini sebuah pelajaran baru yang menurut saya agak unik... saat ini saya juga masih belajar untuk bisa lebih total untuk membenarkan Allah, proses ini memang tidak mudah, karena setiap kita memiliki Ego, dibutuhkan pemahaman yang lebih luas kadar Ego yang ada dalam diri kita yang menjadi hijab selama ini, selama saya belajar berspiritual kerap kali benturan degan Ego Selama ini saya belum pernah mendapat pendidikan tentang Ego, sehingga ketika ada sesuatu yang baru pasti terkadang muncul penolakan dll ketika kita belajar berspiritual kita dituntut untuk melepaskan Ego lalu apa kaitannya Ego dengan membenarkan Allah ? Ego itu bisa juga keAku-an, ini bisa disebabkan oleh banyak hal contohnya keilmuan, sulit sekali kita memberi nasehat atau pandangan kita kepada mereka yang sudah berilmu, apalagi mereka yang menyandang gelar, bisa gelar akademik atau gelar spiritual dan masih banyak contoh juga yang lainnya, contoh sede...

KENAPA KITA HARUS MENERIMA

oleh : Achmad Rudieanto Teman2 kali ini saya akan membahas tentang konsep menerima sebagai metode baru dalam menyelesaikan problem/masalah apapun yang kita hadapi Perjalanan kita sebagai insan pasti tak luput dari masalah , bisa hadir dari arah manapun bisa dari luar atau juga bisa dari dalam diri, mulai dari masalah yang kecil hingga masalah yang rumit, hanya saja setiap kita cara menyikapainya berbeda beda,  bahkan tak sedikit dari kita mengalami stress hingga depresi berujung pada diluar kesadaran manusia normal namun adakalanya dari kita mampu menghadapi dengan kepala dingin dan hati yang lapang ketika masalah itu datang Sebenernya Allah sudah memberikan metode yang bisa kita gunakan untuk bisa meneyelesaikan apapun permasalahan yang kita hadapi yakni dengan konsep "menerima" namun banyak diantara kita belum begitu paham dengan konsep ini karena mungkin baru mendengar atau belum sama sekali,  10 tahun yang lalu pernah mengalami di posisi ini ... tpi belum mengerti maksudn...

APLIKASI IKHLAS DALAM KEHIDUPAN

oleh : Ahmad Rudieanto Sering kali kita mendengar kata ikhlas di setiap saat, baik saat kita ada di sebuah seminar, ceramah dll... pernakah kita membayangkan bahwa ikhlas ini mudah dijalankan asal kita tau posisinya, diluaran banyak juga yang mengatakan bahwa ikhlas ini adalah ilmu yang tinggi tak semua orang mampu menembusnya, tetapi kita terkadang juga bisa mengklaim seseorang bisa berbuat ikhlas apa tidak walau ikhlas ini adalah ilmu yang tingkat tinggi dan hanya Allah yang bisa menilainya, tak mungkia Dia menciptakanNya tak ada yang mampu menggapainya, hanya kalangan nabi dan waliNya yang mampu setiap kita memiliki potensi untuk bisa ikhlas hanya mungkin kadarnya berbeda.. hanya saja belum tau tekniknya ... ada kanta kunci untuk kita bisa berbuat ikhlas yakni " Membenarkan Allah " ya... itu sebuah kata kunci mungkin agak aneh, ( ini sudah sy praktekkan dan ternyata lebih ringan dan tidak sulit kita lakukan dan sy merasa hari2 lebih tenang) mungkin anda akan bingung bagai...

MEMAHAMI AMANAH

Seringkali kita merasa jenuh, bosan ...hingga lelah dengan rutinitas yang kita kerjakan terus menerus setiap waktu, pekerjaan yang kita kerjakan itu itu aja, ... serasa penat, sumpek dll ... faktor keterpaksaan yg ada dibelakang itu semua,,, terpaksa harus menanggung beban yang kadang terlalu berat terkadang gaji yang kita terima tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari gaji yang pas2an akan selalu membuat kita merasa kekurangan , apalagi hidup di dunia modern saat ini, semua dituntuk untuk selalu berkembang,  terus kenapa kita merasa bosan dengan pekerjaan kita ?  karena kita belum menempatkan sebuah pekerjaan itu sebagai AMANAH, Amanah yang dari allah langsung, kita hanya menempatkannya pada sebuah nilai ekonomi yang berupa materi/uang karena uanglah kita akan kerja mati2an untuk menggapainya, karena uanglah kita dituntut untuk kerja keras..pergi - pagi - pulang - Petang - Penghasilan - Pas2an ( P7) 😁 kita takut masa depan yang suram, tanpa kepastian, hati kita telah ...