MENGENAL EGO ( KEAKUAN )
Ego itu bisa juga dikatakan nafsu yang melekat dalam diri
ini, kita akan mengenal ego jika kita masuk ke wilayah lebih dalam ( hakikat ),
bagi mereka yang mendalami wilayah ini akan mulai belejar dan mengenal apa itu
Ego,
Sebab Ego merupakan Hijab terbesar ketika kita mengahadirkan
jiwa ini mendekat kepadaNya, berbeda dengan dosa , kita cukup banyak Istighfar
dan tidak mengulangi lagi akan mudah diampuni
Mereka yang menolak kebenaran sebenernya Ego mereka lebih
dominan menguasai, sehingga Apapun nasehat yang kita sampaikan akan susah
diterima
Ya..Ego ini momok bagi pelaku Spiritual kita dituntut bener2
lurus tanpa embel2 untuk hadir kepadaNya,
Saat saya menulis ini bisa juga dikatakan Ego, jika niat
saya tidak lurus misal ingin dilihat pintar, ingin dianggap memiliki pengetahuan
yang luas, dll karena Ego ini muncul dengan cara apapun, yang terang2an ataupun
dengan cara yang halus
Lantas bagaimana kita bisa menghillangkan Ego ?
Ego tidak bisa dihilangkan, namun yang lebih tepat
ditundukkan dengan cara kita berdzikir dengan niat yang lurus ( nti akan saya tentang Bab berzikir
tersendiri ) atau dengan melatihnya dengan cara2 lainnya
Kalo pengalaman saya hanya dengan berzikir maka akan membuka
pintu kesadaran yang lebih luas
Perdebatan apapun itu akan menghasilkan Ego, masing2 punya
dasar sendiri untuk menunjukkan pendapatnya yang bener, merasa pa;ing bener itu
juga Ego
Banyak hal yang banyak tidak dipahami oleh pelaku
spiritual,wilayah Ego ini bisa dimiliki oleh siapapun, mereka yg punya
kedudukan tinggi, artis, selebgram juga bisa atau bisa juga sebagian pelaku
spiritual bisa Ustadz Ustadzah, Kyai, penceramah atau siapapun bisa..mereka
yang sering di puja2 juga bisa , mereka yang diagungkan karena semakin
dielu2kan akan menambah Ego mereka, merasa punya pengikut banyak sehingga punya
kekuasaaan untuk menentukan apapun.
Seorang suami atau Istri yang memiliki Ego yang tinggi bisa menyebabkan
ketidakharmonisan dalam rumah tangga, akan banyak masalah
Suami merasa punya hak kuasa atas keluarganya atau seorang
istri yang merasa lebih mampu, intinya ketika dalam diri kita ada rasa sedikit
merasa diatas orang lain itu sudah Ego
Ego bisa ditundukkan jika kita bener2 mau lurus kepadaNya, zaman
sekrang eranya udah berbeda, tidak cukup kita hanya beribadah yang tidak sadar,
saatnya kita menghadirkan Kesadaran dalam jiwa ini
Kesadaran dalam beribadah akan menghasilkan kualitas jiwa yang lebih bersih, memandang
Appaun dengan Kacamata Allah ( af’al/perbuatan )
Kesadaran akan membuka cara pandang berbeda pada umumnya,
memiliki kebesaran hati jika ada hal yang kurang nyaman untuk dinilai, jika
kita melihat dimedsos banyak sekali komentar2 yang kurang bijak, ataupun
statmen seorang tokoh/pemimpin yang kurang bijak yang membuat banyak komentar negativ,
itu semua karena Ego, Ego merasa seorang yang punya jabatan entah maksudnya apa
, atau dengan kata lain ingin
menunjukkan kuasanya,
Hati ini tidak pernah mendapatkan pendidikan formal, berbeda
dengan otak , selalu diajak untuk berfikir, bersekolah sehingga banyak lulusan
dari sekolah memiliki nilai akademik yang bagus tapi tidak cerdas emosional
Tak jarang Cerdas tapi suka temperamental, suka mencemooh,
menghujat dll itu karena kurangnya pendidikan hati ini.
Pendidikan hati bisa kita temui di majelis2 ataupun halaqoh2
yang bertebaran, di medsos sekarang banyak wadahnya, yang dulu ilmu
hakikat/makrifat tidak semua orang bisa mempelajarinya harus melalui banyak
tahapan2 untuk bisa kesitu,
Allah telah membuka dunia ini lebih terbuka, apapun yang
dulu eksklusif bisa dipelajari, bahkan terbuka luas, tinggal kita memilihnya
Mencari seorang guru ini sama dengan mencari teman cocok2an,
kalo nggak cocok ya nggak akan masuk ilmunya, banyak seorang guru itu yang
hanya sifatnya memberikan pelajaran hanya sebatas teori2, tidak dengan praktek,
ini yang membuat umat hanya sebatas
wilayah pemahaman saja, pandai dengan banyak ilmu pengetahuan, mereka yang
mengajarkan praktek langsung juga kadang dianggap sesat dll
Contoh tentang sabar, mereka hanya menganjurkan untuk
bersabar ketika ada masalah berat, namun tidak memberikan contoh atau kunci bagaimana cara sabar itu , sehingga banyak
diantara umat berpendapat sabar itu ada batasnya. Ya karena pemahaman sabar
hanya cuma sekedar saran atau ajakan untuk sabar,
Seharusnya model ceramah2 yang hanya sifatnya
ajakan/himbauan diubah , metodenya harus mulai awal, yakni membangun atau
menumbuhkan Jiwa berkesadaran,
Kesadaran akan membuka tabir yang belum tersingkap, membuka
cara pandang, memperluas jiwa, sehingga umat bener2 merasakan ada perubahan
dalam dirinya, lelaku yang tiap hari akan tertuntun oleh nilai2 kesadaran
Sekian dulu tulisan ini saya buat semoga bermanfaat,
terimaksih
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar