MENGENAL EGO ( KEAKUAN )


Oleh : Achmad Rudieanto

Ego itu bisa juga dikatakan nafsu yang melekat dalam diri ini, kita akan mengenal ego jika kita masuk ke wilayah lebih dalam ( hakikat ), bagi mereka yang mendalami wilayah ini akan mulai belejar dan mengenal apa itu Ego,

Sebab Ego merupakan Hijab terbesar ketika kita mengahadirkan jiwa ini mendekat kepadaNya, berbeda dengan dosa , kita cukup banyak Istighfar dan tidak mengulangi lagi akan mudah diampuni

Mereka yang menolak kebenaran sebenernya Ego mereka lebih dominan menguasai, sehingga Apapun nasehat yang kita sampaikan akan susah diterima

Ya..Ego ini momok bagi pelaku Spiritual kita dituntut bener2 lurus tanpa embel2 untuk hadir kepadaNya,

Saat saya menulis ini bisa juga dikatakan Ego, jika niat saya tidak lurus misal ingin dilihat pintar, ingin dianggap memiliki pengetahuan yang luas, dll karena Ego ini muncul dengan cara apapun, yang terang2an ataupun dengan cara yang halus

Lantas bagaimana kita bisa menghillangkan Ego ?

Ego tidak bisa dihilangkan, namun yang lebih tepat ditundukkan dengan cara kita berdzikir dengan niat yang lurus ( nti akan saya tentang Bab berzikir tersendiri ) atau dengan melatihnya dengan cara2 lainnya

Kalo pengalaman saya hanya dengan berzikir maka akan membuka pintu kesadaran yang lebih luas

Perdebatan apapun itu akan menghasilkan Ego, masing2 punya dasar sendiri untuk menunjukkan pendapatnya yang bener, merasa pa;ing bener itu juga Ego

Banyak hal yang banyak tidak dipahami oleh pelaku spiritual,wilayah Ego ini bisa dimiliki oleh siapapun, mereka yg punya kedudukan tinggi, artis, selebgram juga bisa atau bisa juga sebagian pelaku spiritual bisa Ustadz Ustadzah, Kyai, penceramah atau siapapun bisa..mereka yang sering di puja2 juga bisa , mereka yang diagungkan karena semakin dielu2kan akan menambah Ego mereka, merasa punya pengikut banyak sehingga punya kekuasaaan untuk menentukan apapun.

Seorang suami atau Istri  yang memiliki Ego yang tinggi bisa menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga, akan banyak masalah

Suami merasa punya hak kuasa atas keluarganya atau seorang istri yang merasa lebih mampu, intinya ketika dalam diri kita ada rasa sedikit merasa diatas orang lain itu sudah Ego

Ego bisa ditundukkan jika kita bener2 mau lurus kepadaNya, zaman sekrang eranya udah berbeda, tidak cukup kita hanya beribadah yang tidak sadar, saatnya kita menghadirkan Kesadaran dalam jiwa ini

Kesadaran dalam beribadah akan menghasilkan  kualitas jiwa yang lebih bersih, memandang Appaun dengan Kacamata Allah ( af’al/perbuatan )

Kesadaran akan membuka cara pandang berbeda pada umumnya, memiliki kebesaran hati jika ada hal yang kurang nyaman untuk dinilai, jika kita melihat dimedsos banyak sekali komentar2 yang kurang bijak, ataupun statmen seorang tokoh/pemimpin yang kurang bijak yang membuat banyak komentar negativ, itu semua karena Ego, Ego merasa seorang yang punya jabatan entah maksudnya apa ,  atau dengan kata lain ingin menunjukkan kuasanya,

Hati ini tidak pernah mendapatkan pendidikan formal, berbeda dengan otak , selalu diajak untuk berfikir, bersekolah sehingga banyak lulusan dari sekolah memiliki nilai akademik yang bagus tapi tidak cerdas  emosional

Tak jarang Cerdas tapi suka temperamental, suka mencemooh, menghujat dll itu karena kurangnya pendidikan hati ini.

Pendidikan hati bisa kita temui di majelis2 ataupun halaqoh2 yang bertebaran, di medsos sekarang banyak wadahnya, yang dulu ilmu hakikat/makrifat tidak semua orang bisa mempelajarinya harus melalui banyak tahapan2 untuk bisa kesitu,

Allah telah membuka dunia ini lebih terbuka, apapun yang dulu eksklusif bisa dipelajari, bahkan terbuka luas, tinggal kita memilihnya

Mencari seorang guru ini sama dengan mencari teman cocok2an, kalo nggak cocok ya nggak akan masuk ilmunya, banyak seorang guru itu yang hanya sifatnya memberikan pelajaran hanya sebatas teori2, tidak dengan praktek,  ini yang membuat umat hanya sebatas wilayah pemahaman saja, pandai dengan banyak ilmu pengetahuan, mereka yang mengajarkan praktek langsung juga kadang dianggap sesat dll

Contoh tentang sabar, mereka hanya menganjurkan untuk bersabar ketika ada masalah berat, namun tidak memberikan contoh atau kunci  bagaimana cara sabar itu , sehingga banyak diantara umat berpendapat sabar itu ada batasnya. Ya karena pemahaman sabar hanya cuma sekedar saran atau ajakan untuk sabar,

Seharusnya model ceramah2 yang hanya sifatnya ajakan/himbauan diubah , metodenya harus mulai awal, yakni membangun atau menumbuhkan Jiwa berkesadaran,

Kesadaran akan membuka tabir yang belum tersingkap, membuka cara pandang, memperluas jiwa, sehingga umat bener2 merasakan ada perubahan dalam dirinya, lelaku yang tiap hari akan tertuntun oleh nilai2 kesadaran

Sekian dulu tulisan ini saya buat semoga bermanfaat, terimaksih

Komentar